Salam dan Selamat...
Sempena bulan Ramadhan yang hampir tiba ini...Aku meyarankan semua umat Islam untuk mengimarakkan bulan yang penuh rahmat ini. Justeru itu, saya juga ingin berkongsi cerita seorang teman yang tak begitu lama ditinggalkan...Semoga Allah memberi kesejahteraan kepadanya...
Ceritanya berbunyi begini;
Ada seorang pemuda dikisahkan sebagai Azwan, (bukan nama sebenar) ... dia merupakan seorang yang buruk sifatnya ... namun semua itu tidak boleh ditunding kepada ibubapanya atas sifatnya itu...Ibunya meninggal dunia sewaktu melahirkannya lagi dan tinggal ayahnya menjaganya...Ayahnya sangat meyayangi dirinya...Bagi ayahnya, Azwan adalah 'hadiah terakhir' buat isteri tercinta kepadanya...bukan untuk ditunjuk-tunjuk namun tetapi sebagai amanah dan tanggungjawab yang besar buat ayahnya...Ayahnya memberi kasih sayang ibarat menatang minyak yang penuh...sangat cukup hingga terlupa tentang ajaran agama yang fardhu ke atas umat islam...ayahnya tidak pernah mengherdiknya walau sekali, kerana ayahnya mengganggap anaknya sebagai anugerah tuhan menggantikan isterinya...
Kini, Azwan yang berumur 19 tahun gemar untuk berjudi, berzina, meminum arak dan pelbagai lagi perkara yang dimurkai Allah...pada mulanya, ayahnya cuma menasihatinya untuk tidak melakukannya...Azwan hanya endah tak endah nasihat ayahnya...Malahan, sikapnya semakin teruk....
Ayahnya rungsing entah bagaimana hendak menasihati anaknya...dahulu, dia menganggap ajaran agama di sekolah sudah mencukupi untuk mendidik anaknya menjadi insan berguna...malangnya ayahnya silap...ayahnya menangis teresak, menyesal memanjakan anaknya sehingga menjadi orang yang tidak tentu arah...
malam itu,ayahnya bersendirian di biliknya menangis memikirkan apa silapnya menjaga anaknya dari sejak kecil...tanpa tak sedar, ayahnya tertidur dalam linangan air mata...ayahnya termimpikan sesuatu...ianya seolah cetusan idea yang dikurniakan oleh Allah SWT...
Keesokan harinya, ayahnya ke pekan untuk membeli paku dalam kuantiti yang banyak...waktu itu, azwan masih lagi membuta di bilik...ayahnya menyiapkan sebatang kayu yang agak besar dan dipacaknya di halaman rumah...azwan kebingungan...dia hanya memandang kerja ayahnya yang dianggapnya gila...
ayahnya sudah menyiapkan segala-galanya...dia menunggu kepulangan azwan yang keluar ke bandar...hampir subuh, kelihatan Azwan pulang ke rumah dengan keadaan terumbang-ambing...
" awal balik hari neyh nampak... " ayahnya menegurnya yang tidak perasan ayahnya sedang di duduk berdekatan tangga rumah mereka..
" kawan ajak pergi jalan, ayah..." dia sedikit termenggu melihat ayahnya kelihatan agak serius...
" apa yang kau buat smpai hampir subuh baru kau pulank neyh..?" soal ayahnya sambil membawa tukul dan beberapa batang paku...azwan terkejut, dia sedikit terundur...azwan ringan mulut menceritakan segala-galanya... dosa-dosa yang dia lakukan dengan sewenang-wenangnya...
apa yang ayahnya lakukan setelah mendengar cerita azwan?
ayahnya mengetuk paku pada kayu besar itu.
"setiap paku yang aku ketuk pada kayu ini menandakan dosa yang telah kau lakukan..." ujar ayahnya...azwan tidak mempedulikan kata ayahnya dan menganggap ayahnya dah nyanyuk...
azwan meneruskan aktiviti-aktiviti tidak bermoralnya tiap-tiap malam...begitu juga ayahnya terus megetuk paku untuk setiap dosa yang azwan lakukan...setiap kali, azwan keluar rumah, dia memandang pada tiang kayu itu...pada awalnya, dia hanya mentertawakannnya...namun paku-paku di tiang kayu itu hampir hendak memenuhi ruang tiang tersebut...
akhirnya tedetik di hatinya, ' banyaknya dosa yang telah aku lakukan...'


sungguh mmberi pngajaran...like2..
ReplyDelete@nurul...trimas yha...
ReplyDelete